SUARA MERDEKA 08 Juni 2009
TAK seperti hari biasa, Minggu (7/6) siang kemarin, suasana objek wisata Rawa Permai, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Di dekat mulut Gua Baruklinting, tampak sejumlah pengunjung mengamati dua pelukis sedang menyelesaikan karyanya. Sebagian orang pun tersita perhatiannya pada aksi kartunis Priyo Puji Raharjo (34) dan Cindy (12). Priyo menutup wajahnya dengan selembar kain hitam berkolaborasi dengan Cindy memainkan kuas pada kanvas.
Gadis yang tercatat sebagai siswa Kelas I SMPN 2 Kendal ini melukis tokoh legenda Baruklinting dengan garis kartun.
’’Saya membuat seperti ini karena anak-anak sekarang sering takut pada makhluk dunia lain. Padahal tidak semua gaib menakutkan,’’ jelas Cindy yang belum lama ini menyabet Juara I Festival Seni Provinsi.
Priyo yang sebelum melukis dijapa mantra oleh Natalia Siswari Janu Mintarsih atau KR Rahmaniar ini menjelaskan, duetnya bersama Cindy berhasil membuat figur tokoh seram lain yang bertanduk. Legenda Baruklinting dilukis dengan imaji Cindy sehingga tampak lucu.
’’Analogi Baruklinting ini menggambarkan kearifan lalu muncul dukun tiban yang saya lukis dengan karakter bertanduk. Di belakangnya ada seorang klien wanita,’’ terang Priyo. Wanita tersebut seolah memohon aneka rupa pinta kepada dukun dalam gambar tersebut.
KR Rahmaniar menjelaskan, dalam kegiatan kedua (setelah Ungaran-Red) ini, pihaknya mengundang 25 paguyuban supranatural se-Indonesia. Menurut dia, metafisika perlu diuri-uri karena selama ini ditekan oleh pemahaman rasional.
’’Supranatural harus dibuktikan kalau hanya dibicarakan banyak yang tidak percaya,’’ ungkap Rahmaniar, kemarin.
Uji Nyali Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk mengangkat budaya bangsa melalui pemahaman dan imajinasi. Rangkaian acara Pesta Seni Kemah Budaya paranormal ini akan berlangsung satu bulan sejak Minggu (7/6).
Selama satu bulan akan dimeriahkan pagelaran wayang kulit, terapi religi dan ESQ, bakti sosial pengobatan massal, diskusi pengobatan alrternatif dan herbal, dan konsultasi bedah aura. Direncanakan pula diadakan lomba keroncong, pakaian adat, dimas diajeng, lomba lukis anak, dan lain-lain.
Dalam pembukaan hari pertama kemarin, Muhammad Syukron, wartawan Radio Elshinta mencoba uji nyali untuk melihat makhluk gaib. Selama 15 menit, Syukron pun ’’bertapa’’ untuk melihat lalu lalang makhluk dunia lain di dalam Gua Baruklinting.
’’Expo promo Jateng di enam titik yaitu Ungaran (sudah dilaksanakan), Tuntang (Kabupaten Semarang), lalu Magelang, Wonogiri, Purwokerto, dan Blora,’’ ucap Rahmaniar.
Menurut dia, lokasi wisata ini kental dengan mitos dan mitologi kisah Baruklinting sebagai cikal bakal terjadinya Rawapening.(Rony Yuwono-41)
Senin, 03 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar