Senin, 03 Agustus 2009

Penabuh Gamelan


Sabtu | 10 January 2009 | 00:00 WIB
Penabuh Gamelan
Penabuh gamelan mengiringi permainan Kuda Dhebog di YTC atau Yoss Tradisional Center yang ada di Dusun Suruhan, Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, Sabtu (10/1).


KOMPAS IMAGES

Dari Uji Nyali hingga Bedah Aura

SUARA MERDEKA 08 Juni 2009

TAK seperti hari biasa, Minggu (7/6) siang kemarin, suasana objek wisata Rawa Permai, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Di dekat mulut Gua Baruklinting, tampak sejumlah pengunjung mengamati dua pelukis sedang menyelesaikan karyanya. Sebagian orang pun tersita perhatiannya pada aksi kartunis Priyo Puji Raharjo (34) dan Cindy (12). Priyo menutup wajahnya dengan selembar kain hitam berkolaborasi dengan Cindy memainkan kuas pada kanvas.

Gadis yang tercatat sebagai siswa Kelas I SMPN 2 Kendal ini melukis tokoh legenda Baruklinting dengan garis kartun.

’’Saya membuat seperti ini karena anak-anak sekarang sering takut pada makhluk dunia lain. Padahal tidak semua gaib menakutkan,’’ jelas Cindy yang belum lama ini menyabet Juara I Festival Seni Provinsi.

Priyo yang sebelum melukis dijapa mantra oleh Natalia Siswari Janu Mintarsih atau KR Rahmaniar ini menjelaskan, duetnya bersama Cindy berhasil membuat figur tokoh seram lain yang bertanduk. Legenda Baruklinting dilukis dengan imaji Cindy sehingga tampak lucu.

’’Analogi Baruklinting ini menggambarkan kearifan lalu muncul dukun tiban yang saya lukis dengan karakter bertanduk. Di belakangnya ada seorang klien wanita,’’ terang Priyo. Wanita tersebut seolah memohon aneka rupa pinta kepada dukun dalam gambar tersebut.

KR Rahmaniar menjelaskan, dalam kegiatan kedua (setelah Ungaran-Red) ini, pihaknya mengundang 25 paguyuban supranatural se-Indonesia. Menurut dia, metafisika perlu diuri-uri karena selama ini ditekan oleh pemahaman rasional.

’’Supranatural harus dibuktikan kalau hanya dibicarakan banyak yang tidak percaya,’’ ungkap Rahmaniar, kemarin.
Uji Nyali Ia menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk mengangkat budaya bangsa melalui pemahaman dan imajinasi. Rangkaian acara Pesta Seni Kemah Budaya paranormal ini akan berlangsung satu bulan sejak Minggu (7/6).

Selama satu bulan akan dimeriahkan pagelaran wayang kulit, terapi religi dan ESQ, bakti sosial pengobatan massal, diskusi pengobatan alrternatif dan herbal, dan konsultasi bedah aura. Direncanakan pula diadakan lomba keroncong, pakaian adat, dimas diajeng, lomba lukis anak, dan lain-lain.

Dalam pembukaan hari pertama kemarin, Muhammad Syukron, wartawan Radio Elshinta mencoba uji nyali untuk melihat makhluk gaib. Selama 15 menit, Syukron pun ’’bertapa’’ untuk melihat lalu lalang makhluk dunia lain di dalam Gua Baruklinting.

’’Expo promo Jateng di enam titik yaitu Ungaran (sudah dilaksanakan), Tuntang (Kabupaten Semarang), lalu Magelang, Wonogiri, Purwokerto, dan Blora,’’ ucap Rahmaniar.

Menurut dia, lokasi wisata ini kental dengan mitos dan mitologi kisah Baruklinting sebagai cikal bakal terjadinya Rawapening.(Rony Yuwono-41)

Hama Serang Tanaman Bunga Carnation di Semarang

M. Syukron - Semarang, Ratusan ribu tanaman bunga Carnation di Kecamatan Sumowono dan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah gagal panen akibat diserang hama bangkak, cacar daun dan kekurangan air.

Akibatnya, petani bunga di dua kecamatan itu mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah perhektarnya.

Salah seorang petani bunga Carnation di Kecamatan Bandungan, Sri Sadono kepada ELSHINTA, Minggu (26/7) siang ini mengatakan, hama bangkak menyerang batang bunga, sedangkan hama cacar daun selain menyerang daun juga menyerang tunas bunga serta menyebabkan kelopak bunga tidak mengembang dan bentuknya kecil.

Sementara menurut petani bunga Carnation di Kecamatan Sumowono, Tuginem, akibat hama bangkak dan cacar daun yang menyerang bunganya, pihaknya mengalami kerugian hingga Rp 50 juta per hektarnya. (der)

Kekurangan Air Bersih di Kota Salatiga

M. Syukron - Salatiga, Sekitar 750 warga di empat kelurahan di Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih akibat kekeringan di musim kemarau saat ini.

Ratusan warga yang tersebar di 11 dukuh tersebut mengalami kekurangan air bersih karena mata air yang berasal dari Gunung Merbabu yang dialirkan melalui pipa oleh warga sudah tidak mengalirkan air.

Camat Argomulyo, Siti Solikah kepada ELSHINTA, Sabtu (1/8) siang ini mengatakan, ke-11 dukuh yang kekurangan air adalah Dukuh Kronggo, Dukuh Bendo Sari danDukuh Randu Aren di Kelurahan Kumpulrejo, Dukuh Ploso, Dukuh Kembang, Dukuh Sugeh Waras, Dukuh Salem dan Dukuh Randu Ajer di Kelurahan Randu Ajer, Dukuh Kenteng di Kelurahan Tegalrejo dan Dukuh Nobo Kulon serta Dukuh Nobo Tengah di Kelurahan Nobo Rejo.

Pihak Kecamatan Argomulyo dalam sepekan ini telah mengupayakan membuat sumur resapan sedalam 126 meter bersama warga, namun air tidak juga keluar.

Sebagai daerah di lereng Gunung Merbabu, setiap musim kemarau wilayah Argomulyo selalu mengalami kekurangan air.

Selain di Kecamatan Argomulyo, kekurangan air bersih akibat kekeringan juga terjadi di Kecamatan Sidorejo dan Kecamatan Tingkir. (der)